Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 04 Juni 2016

JUMBARA
(Jumpa Bhakti Gembira )
            Jumbara diadakan pada tanggal 28-31 Mei 2015. Jumbara kali ini diadakan di Camping Tawangmangu Resort, Tawangmangu, Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini kami mengangkat tema “Equality Is Our Priority” . 







 

Diklat II

Diklat II diadakan pada pertengahan Semester II. Kegiatan perkemahan dua hari satu malam ini wajib di ikuti semua anggota PMR WIRA SMAN 1 Mejayan baik junior maupun senior.
Dalam acara diklat II kali ini, terdapat beberapa kegiatan berupa penerimaan materi, dan Pemantapan bagi junior. Semua kegiatan yang ada diikuti dengan seksama dan tertib. Walaupun terlihat santai, tetapi dalam hati penuh rasa serius dan tanggung jawab.  








UTD (Unit Transfusi Darah)






Sabtu, 14 November 2015

LAGA PRIMA 2015

Salam Humanity !!!

Alhamdulillah pada tanggal 01 November lalu, Laga Prima (Latihan Gabungan PMR WIRA Madiun Utara) sukses diselenggarakan. Laga Prima ini diikuti oleh 12 Sekolah SMA/SMK/MA se-Madiun Utara. Laga Prima ini dilaksanakan bedasarkan Tribakti Palang Merah dan Tujuh Prinsip Palang Merah, serta untuk menunjukkan kemampuan masing-masing PMR akan materi Palang Merah yang dikuasai dan tujuan paling utama adalah untuk meningkatkan persahabatan dan persaudaraan antar anggota PMR dari berbagai sekolah menuju persahabatan secara nasional maupun internasional serta meningkatkan kekompakan antarpelajar dan kemampuan kepalangmerahan.

Beberapa kegiatan yang disiapkan antara lain outbond, materi, dan evakuasi korban dengan halang rintang yang membuat suasana menjadi seru dan menantang.














"OUR WORLD YOUR MOVE"

Rabu, 14 Oktober 2015

ABATESASI 1 ( 04 Oktober 2015 )

SIAMO!!!

Salah satu kegiatan/ upaya pencegahan DBD secara kimiawi, yaitu dengan pemberian lavarsida berupa butiran pasir temefos 1% yg terbukti ampuh untuk memberastas jentik nyamuk. Butiran pasir temefos 1% ini lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama serbuk abate, dan kegiatan pemberian abate ini disebut abatesasi.

Abatisasi adalah suatu cara menaburkan abate ke dalam bak penampungan air dengan tujuan membunuh/ membasmi jentik nyamuk yang berada dalam bak tersebut sehingga tidak terjadi perkembangbiakan nyamuk menjadi dewasa.

Kegiatan abatesasi ini dilakukan di seluruh desa di Kec. Mejayan (Desa Mejayan, Desa Krajan, Desa Ngampel, Desa Bangunsari, Desa Pandean, Desa Kaligunting, dan Desa Kaliabu) yg bekerja sama dengan Puskesmas Mejayan.

Dengan adanya bubuk abate ini maka kita dapat menanggulangi timbulnya nyamuk yang berada di lingkungan kita, sehingga tidak menjadi sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Selain berfungsi untuk membunuh/membasmi jentik nyamuk bubuk abate aman jika di gunakan pada air yang sering kita gunakan sehari-hari, karena bubuk ini tidak mengubah warna, rasa maupun bau/aroma dari air itu sendiri.



Sebagaimana fungsinya, penggunaan abate ditujukan untuk membunuh larva-larva nyamuk yang doyan dengan air bersih yang menggenang. Sebenarnya, untuk membunuh larva-larva tersebut, tidak selalu harus menggunakan abate. Genangan-genangan air sering ditemukan di botol-botol tanpa tutup, ban, kaleng, dan penampungan air. Oleh karena itu, mencegah pertumbuhan larva-larva nyamuk dapat dilakukan dengan mengubur ban, kaleng, serta botol-botol tanpa tutup. Selain itu, juga dapat dilakukan dengan menguras bak penampungan air secara teratur. Jika bak penampungan kamu terbuat dari keramik/plastik yang dikuras secara teratur, maka penggunaan bubuk abate tidak lagi diperlukan karena pengurasan akan menghilangkan tujuan penggunaan bubuk abate. Apalagi, dengan bak berbahan licin seperti itu, bubuk abate hanya akan mengendap di dasar bak. Lain halnya jika bak penampungan kamu terbuat dari permukaan yang kasar seperti semen. Penggunaan bubuk abate sangat bermanfaat karena bubuk abate yang terlarut dalam air akan terperangkap di pori-pori bak.